13 KO Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah UFC: Dari Uppercut Ngannou hingga Tendangan Memutar Barboza!

UFC, panggung pertarungan paling brutal dalam dunia, sudah pernah melahirkan momen-momen KO yang dimaksud tak terlupakan. Di balik gemerlap kemenangan, tersembunyi risiko besar yang digunakan dihadapi para petarung.
Satu kesalahan hanya sanggup merenggut karier mereka. Berikut adalah 5 KO paling mengerikan pada sejarah UFC, yang tersebut dinilai berdasarkan kekuatan pukulan, dampak, kemudian momen terjadinya:
1. Francis Ngannou vs Alistair Overeem
Francis Ngannou akan dikenal sebagai petinju dengan pukulan terkuat di sejarah divisi kelas berat UFC. Meski begitu, ‘The Predator’ sebenarnya mengungguli tiga dari empat pertarungan UFC pertamanya dengan submission, sebelum menyadari bahwa sangat lebih lanjut mudah untuk menjatuhkan lawannya hingga minggu depan.
Setelah petarung Kamerun itu miliki hasrat untuk menghancurkan, ia dengan cepat mengukuhkan warisannya sebagai salah satu petinju paling menakutkan pada sejarah olahraga tarung. Hal itu ditunjukkan pada pertarungannya dengan Alistair Overeem, yang dimaksud bisa jadi dibilang melambungkan nama Ngannou.
Pada pertarungan yang tersebut terjadi pada 3 Desember 2017, Ngannou sukses meng-KO Overeem dengan pukulan uppercut. Kemenangan gemilang KO itu masih menjadi popular setiap kali Ngannou bertarung. Bahkan hingga hari ini, setiap kali penggemar menonton KO tersebut, hal itu memproduksi bulu kuduk merekan berdiri lalu tidaklah diragukan lagi akan menjadi KO paling menakutkan sepanjang masa.
2. Dan Henderson vs Michael Bisping
Dan Henderson telah menjadi seniman bela diri campuran yang mapan sebelum pertarungannya dengan Michael Bisping, yang disebut-sebut sebagai eliminasi gelar kejuaraan kelas menengah. Dalam persiapan menuju kontes yang digunakan menggiurkan itu, petinju Inggris itu, seperti biasanya, dengan cepat mencoba serta masuk ke pada pikiran lawannya.
Bisping harus membayar dikarenakan menjelek-jelekkan Henderson ketika petinju Inggris itu menabrak ‘H-Bomb’ khasnya. Henderson mengikuti saingannya yang mana tak sadarkan diri itu ke lantai lalu mendaratkan pukulan keras lainnya sebelum menjadikan KO sebagai logonya di dalam ronde kedua.
Setelah menderita kekalahan brutal, Bisping mampu membalas dendam tujuh tahun kemudian pada pertandingan ulang pada waktu ia mengamankan kemenangan langkah mutlak untuk berhasil mempertahankan peringkat kelas menengahnya.
3. Jorge Masvidal vs Ben Askren
Setelah dua kali kalah berturut-turut dari Demian Maia dan juga Stephen Thompson pada tahun 2017, Jorge Masvidal memutuskan untuk beristirahat sejenak dari olahraga ini. Saat kembali ke ring dua tahun kemudian, ‘Gamebred’ mengejutkan dunia dengan KO telak melawan Darren Till. Kemenangan gemilang berhadapan dengan petarung Inggris itu menciptakan pertarungan seru dengan Ben Askren.
Masvidal menjadi bintang dunia yang tersebut diakui ketika ia mendaratkan pukulan sempurna untuk mengalahkan Askren cuma di waktu lima detik di pertarungan dia di area UFC 239 pada bulan Juli 2019. Keduanya terlibat pada sejumlah pertukaran serangan yang digunakan panas menjauhi pertarungan, tetapi Masvidal-lah yang dimaksud tertawa terakhir.
Tanpa diduga, ‘Gambred’ menangkap lawannya yang mana terpeleset serta meng-KO-nya dengan lutut terbang pada waktu lima detik. Setelah mencetak rekor KO tercepat pada UFC yang tersebut hampir tak terkalahkan, Masvidal menambah hinaan pada akhir pertandingan dengan mengejek lawannya pada waktu ia tergeletak kaku di area lantai.
4. Impa Kasanganay vs Joaquin Buckley
Memasuki pertarungan pasca kalah TKO dari Kevin Holland pada debutnya di area UFC, Joaquin Buckley sangat ingin meraih kemenangan pertamanya di penawaran tersebut. Tugas kedua Buckley di area UFC merupakan ujian berat bagi Impa Kasanganay – yang dimaksud pada waktu itu tidaklah terkalahkan dan juga telah berpengalaman di organisasi yang mana bermarkas di area Las Vegas tersebut.






