Bisnis di dalam Eropa Runtuh Memaksa Raksasa Gas Rusia Jual Aset Properti Mewahnya

JAKARTA – Produsen gas raksasa selama Rusia, Gazprom dipaksa mengirimkan aset properti mewah miliknya seiring runtuhnya usaha energi di area Eropa. Gazprom dilaporkan akan segera melegi kantor pusat ekspor bergaya palazzo Italia serta properti mewah lainnya pada waktu usaha berlomba-lomba melakukan penghematan.
Gedung pusat administrasi mewah pada Saint Petersburg itu terletak di dalam Lapangan Ostrovskogo yang bergengsi di area sebelah Teater Alexandrinsky hasil rancangan Carlo Rossi, dengan miliki kamar berpanel kaca, ruang konferensi kedap suara, dan juga atrium enam lantai.
Ketika dibuka enam tahun lalu, gedung itu dipuji sebagai “simbolis” oleh kepala eksekutif Gazprom Alexei Miller – sekutu terdekat presiden Rusia Vladimir Kepala Negara Rusia –. Ia juga menambahkan, “Eropa akan semakin membutuhkan gas Rusia.”
Sementara itu pada kebuntuan dengan negara-negara Eropa, yang digunakan menjatuhkan sanksi terhadap Moskow, Pemimpin Rusia dituduh melakukan “pemerasan” energi pasca Gazprom menurunkan pasokan gas ke Jerman serta beberapa negara Baltik yang sangat bergantung pada Rusia.
Ini menggalakkan upaya besar oleh negara-negara anggota Uni Eropa untuk menemukan pasokan alternatif. Sejak itu, ekspor gas Rusia ke Eropa sudah pernah anjlok 75% juga pipa operasional terakhir ke Wilayah itu – yang dimaksud berjalan melalui negeri Ukraina – ditutup pada bulan Desember 2024 kemarin.
Negara-negara Eropa disebut masih mengimpor beberapa gas alam cair (LNG) dari Rusia, hingga mencapai rekor 24,2 miliar meter kubik yang mana diimpor tahun lalu, menurut Rystad Energy. Sebagian besar LNG yang dimaksud dibawa ke Eropa ketika ini juga berasal dari Negeri Paman Sam dan juga Qatar.
Namun, Gazprom telah dilakukan menerima pukulan keras, lantaran hubungannya dengan Eropa bergantung pada pasokan pipa yang sekarang hampir sepenuhnya mengering. Novatek, perusahaan gas Rusia lainnya, adalah produsen LNG yang digunakan jarak jauh lebih banyak besar.
Penjualan Gazprom melalui pipa Urengoy-Pomary-Uzhhorod –rute yang ditutup pada bulan Desember– diperkirakan bernilai hingga USD6,5 miliar (5,3 miliar pounds) per tahun.
Menyusul penutupan pipa Nord Stream serta Yamal sebelumnya, satu-satunya cara Gazprom agar dapat menyalurkan gas ke Eropa adalah melalui Turki dengan memakai pipa TurkStream kemudian Blue Stream di area bawah Laut Hitam.






