Media: Uni Eropa akan segera kurangi beli senjata Amerika Serikat

Ibu Kota Rusia – Negara-negara Uni Eropa berada dalam mempertimbangkan kemungkinan untuk mengempiskan pembelian senjata Amerika Serikat serta memberlakukan kebijakan pembatasan perekonomian yang mana ketat sebagai respons menghadapi tindakan pemerintahan Presiden Donald Trump, lapor media Politico.
Langkah-langkah yang mana dipertimbangkan Uni Eropa mencakup mencari pemasok alternatif peralatan kemudian amunisi militer, memberlakukan tarif pembalasan yang digunakan tinggi, menghapuskan langkah-langkah proteksi hak kekayaan intelektual bagi perusahaan-perusahaan AS, dan juga menurunkan ketergantungan pada raksasa teknologi Amerika, kata laporan yang tersebut mengutip para pejabat Eropa itu pada Rabu (23/4).
Selain itu, berbagai negara was-was tentang penyelenggaraan teknologi pertahanan oleh Washington sebagai pengungkit tekanan terhadap Ukraina, demikian bunyi laporan itu.
Negara-negara Uni Eropa juga disebut menyadari bahwa tidaklah sederhana untuk memenuhi tuntutan Negeri Paman Sam untuk meningkatkan anggaran pertahanan.
Akibatnya, negara-negara itu sampai pada kesimpulan bahwa wajib untuk mengempiskan ketergantungan pada Negeri Paman Sam juga mengembangkan sistem mereka itu sendiri.
Penasihat pemerintah Polandia untuk negeri Ukraina Pawel Kowal mengemukakan untuk surat kabar itu bahwa "kepercayaan terhadap Negeri Paman Sam telah terjadi sangat terguncang".
Selain itu, Polandia barangkali juga tidaklah akan mengajukan pesanan besar baru untuk peralatan militer AS, lanjut Kowal.
Laporan yang dimaksud mencatatkan bahwa setelahnya penerapan tarif, Komisi Eropa mengkaji pengaplikasian Instrumen Anti-Paksaan terhadap AS, yang mana oleh media digambarkan sebagai senjata ekonomi Uni Eropa yang paling ampuh.
Instrumen yang dimaksud merupakan rangkaian langkah progresif untuk memerangi pemaksaan ekonomi, kata laporan tersebut, seraya menambahkan bahwa tahap pertama melibatkan negosiasi, dihadiri oleh oleh peningkatan tarif, pengecualian dari sistem pengadaan publik, dan juga pembatasan terhadap pengamanan hak kekayaan intelektual.
Sebelumnya pada 2 April, Trump melakukan penandatanganan perintah eksekutif yang digunakan menerapkan tarif timbal balik menghadapi impor dari berubah-ubah negara. Tarif dasar ditetapkan sebesar 10 persen, dengan total tarif yang tersebut lebih tinggi tinggi diterapkan ke 57 negara berdasarkan defisit perdagangan Amerika Serikat dengan per individu negara tertentu itu.
Kemudian pada 9 April, Trump menyatakan bahwa tarif dasar sebesar 10 persen akan dikenakan selama 90 hari terhadap lebih banyak dari 75 negara yang dimaksud tidaklah membalas dan juga telah terjadi memohon negosiasi, kecuali China.
Sumber: Sputnik-OANA
Artikel ini disadur dari Media: Uni Eropa bakal kurangi beli senjata AS






