5 Rekor Tinju Abadi yang tersebut Sulit Dipecahkan Sepanjang Masa

Dalam olahraga tinju yang mana terus berevolusi, beberapa catatan memang sebenarnya ditakdirkan untuk dipecahkan, sementara yang digunakan lainnya tampak membentang melampaui jangkauan zaman. Perubahan regulasi, pemahaman yang dimaksud lebih lanjut mendalam tentang kemampuan fisik petinju, serta lanskap media yang tersebut berbeda sudah pernah menciptakan batasan baru, menimbulkan beberapa rekor masa lalu terasa semakin mustahil untuk ditaklukkan.
5 Rekor Tinju yang tersebut Kemungkinan akan Abadi pada Buku Sejarah:
1. Pembelian PPV Terbanyak: Floyd Mayweather vs Manny Pacquiao – 4,6 Juta
Di era maraknya streaming ilegal, rasanya sulit membayangkan rekor pembelian pay-per-view (PPV) untuk mega duel Floyd Mayweather kontra Manny Pacquiao pada tahun 2015 akan terlampaui. Waktu senja itu, 4,6 jt rumah tangga di dalam Amerika Serikat hanya rela membayar untuk menyaksikan pertarungan dua legenda ini, memunculkan pendapatan lebih besar dari USD410 juta.
Siaran di area Filipina, tanah kelahiran Pacquiao, ditonton hampir separuh populasi, sementara nomor PPV global tak pernah diungkapkan. Kombinasi hype yang tersebut luar biasa, rivalitas yang tersebut sudah pernah lama dinanti, dan juga era sebelum dominasi streaming ilegal menjadikan rekor ini sangat sulit untuk disentuh.
2. Lonjakan Berat Badan Terbesar: Marty Kayes – 14 Divisi
Petinju Irlandia, Marty Kayes, mencatatkan rekor dunia yang unik serta mencengangkan pada Juli lalu. Ia debut di dalam kelas berat (200+ pon) pasca memulai karier profesionalnya pada kelas terbang (112 pon) di tempat awal tahun 2000-an. Dengan tinggi cuma 5 kaki 5 inci, Kayes mempunyai berat 203,25 pon pada waktu menghadapi Mike Hadley di dalam Jerman, melompat 14 kelas berat dari awal kariernya.
Kayes berkelakar tentang rahasia kenaikan berat badannya. Hebatnya, Kayes mampu bertahan hingga akhir ronde melawan lawannya yang jarak jauh lebih lanjut besar.
“Banyak ahli gizi bilang itu mustahil, tapi toko kebab lokal saya punya ide lain… Sebagian besar berat badan itu palsu. Rumornya saya pakai rompi 15 kg ketika timbang badan, tapi itu bukan mampu dikonfirmasi atau disangkal,” katanya diambil dari talkSPORT.
3. Selisih Usia Terjauh: Jake Paul vs Mike Tyson – 31 Tahun
Pertarungan kontroversial antara Jake Paul juga Mike Tyson pada November lalu memang sebenarnya memecahkan beberapa rekor pendapatan. Namun, rekor selisih usia yang mencolok, yakni 31 tahun, antara keduanya kemungkinan akan sulit dipecahkan, serta mungkin saja juga menjadi catatan yang digunakan menyedihkan. Tyson akan berusia 58 tahun ketika naik ring, sementara Paul masih prima di area usia 27 tahun. Perbedaan usia ini melampaui rekor sebelumnya (24 tahun) yang tersebut tercipta pada tahun 1963 antara Archie Moore (49 tahun) kemudian Mike DiBiase (25 tahun).
4. Pertarungan Terbanyak: Len Wickwar – 473
Len Wickwar adalah simbol ketahanan serta dedikasi pada dunia tinju. Sepanjang kariernya dari tahun 1928 hingga 1947, petinju kelas ringan selama Leicester ini naik ring sebanyak 473 kali! Ia menghimpun rekor luar biasa dengan 342 kemenangan, 86 kekalahan, 43 seri, serta 2 no-contest, dengan total 4.020 ronde yang tersebut dilakoninya. Meskipun hanya sekali meraih penghargaan BBBofC Midlands Area, pembaharuan di standar keselamatan petinju juga tren penurunan jumlah total total pertarungan di karier petinju modern menyebabkan rekor Wickwar kemungkinan akan abadi di sejarah tinju.
5. Juara Bumi Tertua: Bernard Hopkins – 49 Tahun, 297 Hari
Bernard Hopkins, sang “Alien,” adalah bukti bahwa usia hanyalah angka. Ia pertama kali memecahkan rekor juara dunia tertua pada waktu merebut peringkat kelas berat ringan WBC dari Jean Pascal pada tahun 2011 di tempat usia 46 tahun. Dua tahun kemudian, ia melanjutkan rekornya dengan merebut sabuk IBF dalam kelas yang dimaksud sama. Hopkins kemudian menyatukan gelar kejuaraan WBA sebelum akhirnya menyerahkan kedua sabuknya untuk Sergey Kovalev. Pada hari terakhir masa kekuasaannya, Hopkins berusia 49 tahun lalu 297 hari, sebuah pencapaian luar biasa yang menunjukkan dedikasi serta kebugaran yang dimaksud luar biasa di area usia senja kariernya.
Rekor-rekor ini tidak hanya sekali hitungan statistik, tetapi juga cerminan dari era yang digunakan berbeda di sejarah tinju. Mengingat pembaharuan di olahraga ini, sangat kemungkinan besar bahwa catatan-catatan luar biasa ini akan terus menjadi tolok ukur yang digunakan sulit, bahkan mustahil, untuk dipecahkan.






