Nasional

Propam Polri Gelar Sidang Etik Pekan Depan, Eks Kapolres Ngada Terancam Dipecat

JAKARTA – Divisi Propam Polri akan mengadakan sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) Eks Kapolres Ngada AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja dam waktu dekat. Fajar dianggap melanggar kode etik dengan kategori berat dan juga terancam sanksi pemberhentian.

“Div Propam Polri akan melaksanakan sidang kode etik terhadap terduga pelanggar direncanakan hari Senin, 17 Maret 2025,” terang Karo Wabprof Divpropam Polri Brigjen Pol Agus Wijayanto ketika jumpa pers di tempat Gedung Divisi Humas Polri, Ibukota Indonesia Selatan, Kamis (13/3/2025).

Agus mengatakan, tindakan Fajar masuk kategori pelanggaran berat. Untuk itu, pihaknya menetapkan pasal berlapis dengan ancaman sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

“Sampai kita melaksanakan peringkat perkara, Div Propam melaksanakan penghargaan perkara kemudian ini adalah kategori berat. Sehingga pasal yang tersebut disampaikan Pak Karopenmas tadi adalah pasal yang mana berlapis dengan kategori berat lalu kita junto kan PP 1/2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri,” terang Agus.

Sebelumnya, eks Kapolres Ngada AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja resmi ditetapkan sebagai terdakwa perkara kekerasan seksual terhadap anak di area bawah umur dan juga narkotika. Penetapan terperiksa diadakan usai Divisi Propam Polri memeriksa perwira menengah (pamen) Polri itu.

“Hari ini Dirreskrimum Polda NTT dibackup PPA-PPO Bareskrim Polri, statusnya adalah sudah ada menjadi dituduh juga ditahan pada Bareskrim Polri,” kata Karo Wabprof Divpropam Polri Brigjen Agus Wijayanto ketika jumpa pers dalam Gedung Divisi Humas Polri, Ibukota Indonesia Selatan.

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Fajar telah terjadi melakukan pelecehan terhadap tiga anak yang digunakan berusia 6 tahun, 13 tahun serta 16 tahun. Selain itu, ada juga korban dewasa berusia 20 tahun berinisial SHDR.

Selain itu, Fajar telah terjadi terbukti mengonsumsi narkoba, menyebarkan video pornografi terhadap anak di area bawah umur ke situs internet. “Saya menyampaikan hasil dari penyelidikan pemeriksa kode etik ditemukan fakta bahwa FWLS telah dilakukan melakukan pelecehan seksual terhadap anak dalam bawah umur tiga orang kemudian satu orang usia dewasa,” papar Truno.

Related Articles

Back to top button
penerapan konsep smart city dalam laporan rupiahggmahjong ways membahas simbol yang sering muncul dalam runtuhan mbgmahjong ways menyuguhkan simbol eksotis dengan visual elegankajian mbg mengamati starlight princess melalui pola yang terlihatmahjong ways memahami variansi dengan sudut pandang lebih objektiftreasures of aztec mengenal peradaban kuno aztec ta6seputar fitur petir gates of olympus dan pengamatan komunitas mbgpanduan eksklusif mbg memahami ritme bermain mahjong ways 2mahjong ways menyajikan kombinasi simbol unik dengan visual menarikspadegaming brothers kingdom panduan pola runtuhan bk1lucky neko mengenal peran komunitas dalam mempertahankan popularitas game mbgmetode mbg menelaah gates of olympus dengan sudut pandang terbarustarlight princess mengenal perkalian dan fitur bonus dalam permainan mbgpengaruh media sosial terhadap remaja ulasan rupiahggstarlight princess 1000 perbedaan pengali hingga 1000x pr4panduan mbg menelaah starlight princess yang sering munculsistem acak menjadi fokus kajian transformasi formasi simbol logisfruit party dan mbg ditelaah dari sudut pandang metodis terbarulucky neko mengenal konsep keberuntungan dalam tema permainan mbgdiskursus mbg meninjau petir dan hujan emas di mahjong ways 2metode slot online efisien dengan hasil lebih konsistenstarlight princess dan fitur permainannya catatan komunitas mbgrahasia dapur sweet bonanza yang dibedah tuntas oleh mbgkpkgg menjelaskan cara membaca data mahjong ways dan perubahan pola permainan