Google Chrome Akan Hilang dari Peralatan Android?

CUPERTINO – Tahun lalu, Google diketahui menjalankan industri monopoli oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada mesin pencari mereka, Search.
DOJ memerintahkan Google untuk memisahkan Chrome dari Android juga Play Store serta jual Chrome.
Tujuannya adalah untuk membuka persaingan yang dimaksud tambahan sehat dan juga memberikan kebebasan untuk pengguna untuk memilih peramban web mereka.
Google diperkirakan akan menanggapi minggu ini, sementara nasib proyek sumber terbuka Chromium masih belum diketahui.
Oleh akibat itu, Google diperintahkan untuk memisahkan Chrome dari Android kemudian Play Store.
Tidak hanya saja itu, Google juga diperintahkan untuk memasarkan Chrome dan juga yang digunakan terbaru – DOJ sekali lagi menekankan bahwa ini harus dilakukan.
DOJ menyatakan Google harus melakukan ini oleh sebab itu Chrome merupakan tempat penting bagi pengguna untuk melakukan pencarian.
Dengan mengedarkan Chrome, ini membuka potensi bagi para pesaing untuk bersaing tambahan sehat. Alat yang disebutkan juga tiada akan lagi mempunyai Chrome sebagai peramban web default yang tersebut telah terinstal.
Pengguna juga miliki kebebasan untuk mengunduh peramban web favorit merek dan juga tak terus menggunakan Chrome yang digunakan biasanya telah terpasang di area sebagian besar perangkat Android.
Google diperkirakan akan mengeluarkan tanggapan minggu ini. Untuk ketika ini, Google tidak ada perlu lagi jual Android tetapi perlu mengubah cara operasinya.
Tindakan baru akan diambil hanya sekali apabila Android diketahui menghalangi sistem operasi pesaing untuk bersaing.
Lalu, jikalau Chrome dijual – nasib Chromium yang dimaksud berada di tempat bawah proyek sumber terbuka tak diketahui. Banyak peramban web pihak ketiga yang tersebut ingin bersaing dengan Chrome menggunakan Chromium.






